Showing posts with label Film. Show all posts
Showing posts with label Film. Show all posts

Monday, January 7, 2013

Maafin Aku Ya 5cm :'(

hai guys, hmmm.. sudah lama juga ga nyorat-nyoret *eh ngetik2 deng :D

http://us.images.detik.com/content/2012/12/17/229/5dlm.jpeg


kali ini aku pengen bahas soal film yang lagi (mungkin masih) booming sih, apalagi kalau bukan 5cm yang diangkat dari novel karya Donny Dhirgantoro. Sebelum ngereview cerita dulu ah, jadi gini aku kenalan sama ini novel yah tahun 2009, novelnya itu kebetulan hadiah ulangtahun dari temannya si kakak. Awalnya sih (jujur ga pakai bohong) berhubung aku bukan anak yang termasuk berminat dengan membaca, baca apaan aja males banget dah, apalagi ngelihat novelnya tebel banget, makin-makin males aja deh. Tapi suatu waktu, lagi ngerasa ga mood banget, bingung mau ngapain akhirnya baca juga itu novel, bayangin novel segitu tebelnya abis dalam waktu 3 hari *ketahuan banget ga suka baca* hahaha.. yah yang penting dibaca ya..

you know guys, waktu baca novelnya aku suka banget sama ceritanya, berdasarkan pendapat pribadi yang ga dibuat-buat, cerita novelnya sangat menarik, menyentuh lah, penulis berhasil memvisualisasikan cerita sehingga pembaca *dalam hal ini adalah aku* bisa punya imajinasi dan gambaran saat lagi bacanya. Alur cerita meskipun maju mundur tetap ga ngurangin nilai plus untuk memahami ceritanya. Bahkan, aku  sendiri sampai nangis berkali-kali baca novelnya *emang dasarnya cengeng* tapi emang penulisnya top lah nyeritainnya. Mau tau ceritanya apa? Baca sendiri lah, masa mau diceritain juga, pegel lah :p hahaha

Akhirnya, nge-follow deh akun twitter sang penulis, saking sukanya sama itu novel akhirnya novel itu sampai dijadiin objek penelitian skripsi coba? Emang suka sih, baca novelnya aja sampai 5 kali, pas lagi nyekripsi malah berkali-kali ngubek-ngubek itu novel, padahal tadinya ga minat banget bacanya, asli.

Nah pas kapan gitu tepatnya (lupa).. berhembuslah kabar kalau 5cm akan tayang di bioskop di tanggal cantiknya tahun 2012, tepatnya 12-12-12, wow banget lah apalagi pemainnya nama-nama yang cukup terkenal di jagat perfilman, ada Fedi Nuril, Herjunot Ali, Pevita Pearce terus ada juga Deny Sumargo sama Raline Sah *maap ya kalau salah tulis namanya, lagi males kroscek*

Nah, karena ngebaca novelnya yang wow banget, bener-bener suka, jadi bener-bener excited banget buat nonton ini film lah, tadinya niat banget nonton tanggal premiernya tapi banyak hal yang membuat ga bisa, baru lah bisa nonton tanggal 31 Desember.

Oke, lanjut...

Dikarenakan baca novelnya yang ceritanya sangat menarik dan timeline twitter yang ramai banget nonton 5cm bagus, bagus banget, bahkan temen *sebut saja namanya Vanya (perasaan itu nama aslinya, FOKUS!!) sampai nonton 4 kali, terus temen juga bilang bagus, bahkan dia nonton yang kedua kalinya berarti kan itu filmnya bagus banget ya? :)

Akhirnya pas nonton, di XXI Pondok Indah Mall  *yang mau dibahas apa sih?* hahahaha FOKUS :)

Nah, film kan dimulai tuh, yah ga lebih dari beberapa scene awal langsung timbul curiga, film ini bakalannya *maap ya maap* GA SERU :'( berat memang nyebutnya, tapi ternyata benar, aktingnya kaku, dialog pemain asli kaku banget, kaya baca :(( *sedih loh ini nulisnya* pemainnya sih ganteng, cantik, cakep, lucu tapi jujur sangat tidak menarik, bahkan Fedi Nuril yang berperan di Ayat-ayat Cinta bagus banget di 5cm sama sekali aneh :(( mereka terlihat seperti robot yang sudah disetting harus berbicara ini-itu, semuanya terlihat abnormal :( pemotongan cerita juga terjadi di sana sini, ceritanya jadi ga teratur, aneh untuk dinikmati, ga jelas. Penonton hanya menang disajikan pemandangan yang bagus. Tapi semua kaku :(

Jadinya pas nonton bener-bener kerasa kecewa aja padahal cerita di novelnya bagus loh :'(

Yah, mungkin aku harus belajar untuk tidak menaruh ekspektasi tinggi terhadap sesuatu ya seperti film, ga boleh ngarepin hal-hal yang ga ga deh, jadinya kecewa. Tapi terimakasih yah 5cm, bisa ngebuat aku mengenal temen-temen aku dengan lebih baik ^^ it was a sweet memory :')

Saturday, July 9, 2011

First Love (A Crazy Little Thing Called Love) || Jatuh Cinta Diam-Diam

http://bit.ly/o0gcBM
12.58 AM, itu jam yang tertulis di pojok kanan bawah laptop yang kulihat dengan mata sembap, hidung tersumbat bukan karena pilek tapi karena nangis nonton film Thailand, First Love (A Little Thing Called Love).
Nih buktinya tissu yang berjatuhan karena film itu..

Film yang menceritakan tentang seorang perempuan bernama Nam yang jatuh cinta dengan seniornya bernama Shone. Nam, seorang gadis berkulit hitam, tidak termasuk gadis 'cantik' di sekolahnya mencintai Shone, senior yang paling tampan di sekolah itu, banyak anak perempuan yang menyukainya, memberinya macam-macam hadiah, tentu saja ia mencintai Shone dengan diam-diam dia tidak berani mengatakan perasaannya yang sebenarnya. Perubahan demi perubahan pada diri Nam yang mengarah lebih cantik dan semakin dikenal di sekolahnya membuat dirinya bisa lebih dekat dengan Shone, bukan sebagai pacar Shone, tapi sebagai kekasih Top --teman baik Shone--. Meskipun sebenarnya Nam tidak pernah berkata "ya" menerima permintaan Top untuk menjadi kekasihnya, Top menganggap diam berarti "iya". Terjadilah cinta segitiga antara Top, Nam dan Shone, sampai pada Nam marah kepada Top karena telah mencium pipinya di acara ulang tahun teman Top, tentunya di depan Shone.
Pada kelulusan sekolah, teman-teman Nam memaksanya untuk mengatakan perasaan Nam yang sejujurnya kepada Shone ketika acara "tanda tangan baju sekolah". Nam pun mengutarakan semua perasaan yang dia pendam selama 3 tahun dengan menyerahkan seikat mawar putih tapi ternyata Shone sudah berpacaran dengan Pin, teman dekat Shone selama seminggu. Hati Nam pun luluh lantah, ia tak mampu menyembunyikan luka hatinya meskipun ia mengatakan "aku baik-baik saja".
Hari itu menjadi hari yang menyakitkan, tidak hanya untuk Nam tapi juga untuk Shone, karena sebenarnya dia juga telah mencintai Nam, Shone yang juga menyukai fotografi selalu meng"candet" Nam, ia pun juga selalu terbakar cemburu ketika melihat Nam bersama Top.
Tapi takdir tak langsung saja menyatukan mereka. 9 tahun setelah malam itu Nam dan Shone baru bertemu di acara televisi, di situlah cinta mereka dipersatukan.
****
yang jelas apa yang aku tulis itu belum cukup menggambarkan betapa menyentuhnya film ini. Nilai subjektivitas pun juga muncul dari diriku pribadi yang merasakan hal seperti apa yang Nam rasakan "mencintai seseorang dengan diam-diam", meskipun diam-diam dari gelagatnya, Nam sangat mudah ditebak perasaan sebenarnya terhadap Shone, begitu pun dengan apa yang saya lakukan, meskipun telah diam-diam aku menyadari kalau mungkin sebenarnya dia sudah tahu apa yang aku rasakan sebenarnya, terlebih lagi banyak hal di luar teknis yang terjadi. Tapi aku tak bisa seperti Nam yang berani mengutarakan perasaannya itu, entah sampai kapan aku memilih untuk diam. Mungkin sampai dia bicara, atau sama sekali tak kan pernah ada masa itu.
Dari film ini pesan "bercinta"nya sangat kental.
- ungkapkanlah apa yang kamu rasakan sebenarnya, jangan menunggu waktu yang bicara, jangan biarkan hatimu meraung sendiri, karena lebih baik sakit di awal daripada sakit di akhir ketika cinta itu telah tumbuh begitu besar.

Berikut ada quote menarik tentang jatuh cinta diam-diam yang ada di dalam buku Raditya Dika yang berjudul Marmut Merah Jambu:
- Pada akhirnya, Orang yg jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan.

- Orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya menerima. Orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. Terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang tidak sesungguhnya kita butuhkan. Dan sebenarnya, yang kita butuhkan hanyalah merelakan. Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yang mereka selalu lakukan, jatuh cinta sendirian.


Jadi apakah kamu yang jatuh cinta diam-diam akan tetap diam? --kalau aku, IYA--


Silvia Ratna Juwita
Depok, 9 Juli 2011; 11.25 WIB